Translate

Jumat, 01 November 2013

Perkembangan Fisik & Kognitif pada Masa Dewasa Awa


Dimulainya Dewasa
Kapan seseorang dikatakan dewasa..??
Terdapat indikator yang bervariasi, antara lain:
•         Kematangan seksual yang terjadi di masa remaja, kematangan kognitif yang Piaget definisikan sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak.
•         Definisi hukum untuk kedewasaan : usia 17thn, remaja bisa mendapatkan KTP, usia 18thn remaja boleh memilih dalam pemilu. Di banyak negara, remaja usia 18-21thn boleh menikah tanpa izin (tergantung pada negaranya) dan remaja boleh mengikat diri pada sebuah kontrak.
•         Definisi sosiologi, dikatakan dewasa jika sudah mandiri atau telah memilih karir, telah menikah atau telah membangun hubungan yang romantis yang signifikan, atau telah membentuk sebuah keluarga.
•         Kematangan fisiologis dapat bergantung pada pencapaian dalam menemukan identitas diri, menjadi mandiri, mengembangkan suatu sistem nilai dan membangun hubungan.
•         Beberapa psikolog berpendapat dimulainya kedewasaan ditandai dari kriteria internal seperti: otonomi, kontrol diri dan tanggung jawab pribadi. Dari titik pandang ini, pada orang-orang tertentu tidak pernah menjadi dewasa, berapapun usia kronologisnya.
•         Ilmuwan perkembangan berpendapat bahwa masa remaja akhir ke pertengahan dan akhir 20-an telah menjadi periode kehidupan yang berbeda, dimulainya masa dewasa (emerging adulthood) – suatu masa ketika seseorang tidak lagi remaja, tetapi belum sepenuhnya dewasa.

Perkembangan Fisik
Kesehatan dan Kondisi Fisik
Kebanyakan orang dewasa awal berada di puncak kesehatan, kekuatan, energi, daya tahan dan fungsi motorik. Ketajaman visual paling menonjol di usia 20-40thn, pengecapan, pembauan serta sensitivitas terhadap rasa sakit dan suhu umumnya bertahan hingga usia paling tidak 45thn. Namun, pendengaran secara bertahap berkurang, terutama suara nada-tinggi, mulai hilang sejak remaja dan makin jelas setelah usia 25thn.

Status Kesehatan
Pada masa dewasa awal dasar fungsi fisik yang permanen diletakkan. Kesehatan dipengaruhi sebagian oleh gen, tetapi faktor tingkah laku – apa yang dimakan, apakah mereka cukup tidur, seberapa aktif mereka secara fisik dan apakah mereka merokok, minum atau mengkonsumsi obat-obatan – sangat berkontribusi terhadap kesehatan serta kesejahteraan di masa sekarang dan mendatang. Kemisikinan dan diskriminasi juga memberikan kontribusi pada perbedaan kesehatan.

Pengaruh Genetik terhadap Kesehatan
Pemetaan genom manusia menemukan akar genetika dari berbagai gangguan – dari obesitas hingga kanker tertentu (kanker paru-paru, prostat dan payudara) hingga kondisi kesehatan mental, seperti: alkoholisme dan depresi. Kebanyakan penyakit melibatkan pengaruh genetik dan lingkungan.

Pengaruh Tingkah Laku terhadap Kesehatan & Kebugaran
Hubungan antara tingkah laku dan kesehatan menggambarkan interaksi antara aspek fisik, kognitif dan emosional dari perkembangan.
  • Apa yang orang ketahui tentang kesehatan mempengaruhi apa yang ia lakukan dan apa yang ia lakukan mempengaruhi apa yang ia rasakan.
  • Tindakan pencegahan seperti: pap smears untuk mendeteksi kanker serviks atau pemeriksaan payudara mandiri untuk mendeteksi benjolan atau mendeteksi tahap awal yang masih bisa diatasi.
  • Banyak penyakit/gangguan berhubungan dengan pekerjaan dan dapat dicegah. Luka punggung yang sering diakibatkan karena mengangkat, mendorong, menarik atau membawa berbagai objek.
  • Luka akibat gerakan berulang seperti carpal tunnel syndrome (syaraf terjepit di pergelangan tangan) dapat dikendalikan dengan tindakan seperti: penempatan keyboard yang sesuai dan posisi tubuh yang baik.
  • Namun, mengetahui gaya hidup yang sehat belumlah cukup. Kepribadian, emosi,  dan lingkungan sosial seringkali mengalahkan apa yang ia tahu, tentang apa yang ia harus lakukan dan menuntun mereka pada tingkah laku yang tidak sehat.
  • Beberapa gaya hidup yang kuat dan berhubungan langsung dengan kesehatan dan kebugaran, yaitu:
Diet dan Gizi
·         Orang yang memakan sayuran bervariasi buah dan sayur terutama yang kaya akan karotenoid (ubi jalar, wortel, brokoli, bayam dan blewah) memiliki resiko kecil mengidap penyakit jantung dan stroke.

·         Konsumsi lemak yang berlebihan, terutama lemak jenuh, meningkatkan resiko kardiovaskular, khususnya tingkat kolesterol yang secara langsung berkaitan dengan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner.

Obesitas
Kelebihan berat badan didefinisikan memiliki BMI (Body Mass Index – komparasi berat-tinggi badan) 25 hingga 29. kecendrungan bawaan ke arah obesitas dapat berinteraksi dengan faktor lingkungan dan tingkah laku.

Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik membangun otot, menguatkan jantung dan paru, mengurangi tekanan darah, melindungi dari penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker usus, osteoporosis (kekeroposan tulang umumnya dialami wanita setengah baya/lebih tua menyebabkan keretakan), terbebas dari kecemasan dan depresi serta dapat memperpanjang hidup.

Tidur
Efek tidur bukan saja mempengaruhi kesehatan, tetapi juga fungsi kognitif, emosional dan sosial. Kekurangan tidur dapat mengarah pada penuaan lebih awal.
Dalam sebuah penelitian, kekurangan tidur 36 jam pada orang dewasa awal menyebabkan pengaruh pada korteks prefrontal – bagian otak yang sangat berkaitan dengan ingatan kerja dan kefasihan verbal. Tidur yang cukup meningkatkan pembelajaran keterampilan motorik yang kompleks.

Merokok
Merokok masih menjadi penyebab utama kematian yang dapat dicegah bagi orang dewasa, berkaitan tidak hanya dengan kanker paru-paru, tetapi juga meningkatnya resiko penyakit jantung, stroke dan penyakit paru kronis.
Merokok juga berhubungan dengan kanker di perut, hati, mulut, kantung kemih, ginjal, pankreas, masalah gastrointestinal (lambung), penyakit pernafasan (bronkitis).
Perokok pasif, asap yang terhirup orang yang tidak merokok memiliki jumlah karsinogen yang sama dengan perokok aktif hirup.
Mengapa banyak orang yang merokok? Merokok bersifat adiktif, yaitu kecenderungan kecanduan dapat bersifat genetika dan gen-gen tertentu yang mempengaruhi kemampuan untuk berhenti.

Alkohol
Peminum berat menahun mengarah ke sirosis hati, kerusakan sistem saraf, stroke dan masalah-masalah medis lain.

Penggunaan Obat-obatan Bahan
Alkoholisme adalah kondisi fisik yang ditandai dengan tingkah laku minum yang kompulsif, di mana seseorang tidak mampu mengendalikannya.

Pengaruh Tidak Langsung terhadap Kesehatan dan Kebugaran, antara lain:
Ø   Status sosial ekonomi dan ras/suku
Ø   Gender
Ø   Hubungan dan kesehatan

Isu-isu Seksual dan Reproduktif

Gangguan Haid
Sindrom pramenstrual (premenstrual syndrome -PMS) adalah gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan ketegangan emosional semasa dua minggu sebelum periode haid. Gejala dapat mencakup: keletihan, sakit kepala, pembengkakan atau pelembutan payudara, pembengkakan tangan atau kaki, kembung abdominal, nausea (mual), kejang, konstipasi, mengidam makanan, bertambah berat badan, kecemasan, depresi, mudah marah, suasana hati yang berubah-ubah, sering menangis serta kesulitan berkonsentrasi dan mengingat.
Penyebab PMS ini tampaknya  karena respons abnormal terhadap lonjakan normal bulanan dari hormon estrogen dan progesteron perempuan.

Dapat diatasi dengan suplemen kalsium, magnesium dan vitamin E.Terkadang PMS sulit dibedakan dengan dysmenorrhea (menstruasi yang disertai rasa nyeri yang menyakitkan, biasa disebut “kram”), umumnya dialami oleh remaja dan dewasa awal.

Penyakit Menular Seksua
Epidemi AIDS di AS mulai dapat dikendalikan. Cara paling efektif mencegah penyakit menular seksual adalah mengusahakan laki-laki menggunakan kondom.

Kemandulan (Infertility)
Adalah ketidakmampuan untuk mengkonsepsi janin setelah mencoba selama 12-18bulan. Kesuburan pada perempuan mulai menurun pada usia 20-an akhir, dengan penurunan substansial setelah usia 30thn. Kesuburan laki-laki dipengaruhi oleh usia dan menurun secara signifikan pada usia 30-an akhir.
Penyebab kemandulan paling umum à produksi sperma yang terlalu sedikit. Walaupun hanya 1 sperma yang dibutuhkan untuk membuahi ovum, enzim-enzim yang dilepaskan oleh jutaan sperma diperlukan untuk memecahkan lapisan pelindung ovum. Dengan demikian, jumlah sperma < 60-200 juta per ejakulasi sulit membuat konsepsi berhasil.Pada perempuan, penyebab kemandulan dapat berupa kegagalan menghasilkan ovum atau normal ovum, lendir di serviks yang dapat menghalangi sperma menembusnya atau endometriosis, penyakit saluran uterin, yang dapat menghalangi penanaman ovum yang subur. Penyebab paling umum à penyumbatan tuba falopi, yang menghalangi ova mencapai uterus. Pada beberapa kasus, tuba falopi tersumbat oleh jaringan yang terluka akibat penyakit menular seksual. Terkadang, pengobatan hormon, terapi obat-obatan atau pembedahan dapat menyelesaikan masalah ini.

Perkembangan Kognitif

Berpikir Reflektif (reflective thinking) – John Dewey
Pemikiran reflektif terus-menerus mempertanyakan hal-hal yang sudah dianggap fakta, menarik kesimpulan dan membuat hubungan-hubungan. Berdasarkan tahap operasional formal Piaget, pemikiran reflektif dapat menciptakan sistem intelektual yang rumit, mempertemukan ide-ide atau pertimbangan yang saling berseberangan. Contohnya: menggabungkan teori fisika modern atau perkembangan manusia menjadi satu teori yang menyeluruh yang dapat menjelaskan berbagai perilaku.


Pemikiran Pascaformal (Postformal Thought)
Pemikiran postformal bersifat fleksibel, terbuka, adaptif dan individualistis. Pemikiran ini dilandasi intuisi dan emosi juga logika untuk membantu seseorang mengatasi dunia yang tampak berantakan. Seperti berpikir reflektif, pemikiran postformal  memungkinkan orang dewasa untuk melampaui satu sistem logika. Berpikir postformal seringkali berkembang sebagai respons terhadap berbagai kejadian dan interaksi yag membuka cara melihat yang tidak biasa dan menantang pandangan yang sederhana dan terpusat terhadap dunia.

Jan Sinontt (2003) mengusulkan kerangka pemikiran postformal, yaitu:
•          Shifting gears
•          Problem definition
•          Procces-product shift
•          Pragmatism
•          Multiple solutions
•          Awareness of paradox
•          Self-referential thought

Tujuh tahapan rentang kehidupan perkembangan kognitif       K. Warner Schaie
  • Tahap pemerolehan (acquisitive stage)
  • Tahap pencapaian (achieve stage)
  • Tahap tanggung jawab (responsible stage)
  • Tahap eksekutif (executive stage)
  • Tahap reorganisasional (reorganizational stage)
  • Tahap reintegrasi (reintegrative stage)
  • Tahap penciptaan warisan (legacy-creating stage)

Steinberg: Wawasan dan Tahu-Bagaimana

Teori Kecerdasan Triarhic
·     
    Unsur Pengalaman (experiential element). Istilah Steinberg untuk aspek persektif atau kreatif dari kecerdasan

·      Unsur Kontekstual (contextual element).  Istilah Steinberg untuk aspek prkatis dari kecerdasan
·       
            Unsur Componential (Componential element). Istilah Steinberg Untuk aspek analisis dari kecerdasan.

Pengetahuan Tacit (tacit knowledge) à istilah Steinberg untuk informasi yang tidak diajarkan secara formal atau diungkapkan secara terbuka tetapi perlu untuk berfungsi dengan berhasil.
Pengetahuan tacit dapat mencakup :

·         Manajemen diri à mengetahui bagaimana memotivasi diri sendiri serta mengatur waktu dan tenaga
·         Manajemen tugas à mengetahui, misalnya bagaimana menulis makalah atau proposal hibah.
·         Manajemen orang lain à mengetahui kapan dan bagaimana memberi imbalan atau mengkritik bawahan.

Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence).

Istilah Salovey dan Mayer untuk kemampuan memahami dan meregulasi emosi; suatu komponen penting dari tingkah laku yang efektif dan inteligen.
Kompetensi dari kecerdasan emosional (Goleman) :
kesadaran diri (kesadaran emosional, asesmen diri       yang akurat dan kepercayaan diri), manajemen diri (kontrol diri, dapat dipercaya, kecermatan, kemampuan beradaptasi, dorongan prestasi dan inisiatif), kesadaran sosial (empati, orientasi melayani, kesadaran dan organisasional) dan manajemen hubungan (mengembangkan orang lain, komunikasi, manajemen konflik, menjalin ikatan, dll).

Penalaran Moral
n  Budaya dan Penalaran Moral
n  Gender dan Penalaran Moral

Pendidikan dan Pekerjaan
n  Transisi di Perguruan Tinggi
n  Memasuki Dunia Kerja
n  Memperlancar Transisi Menuju Dunia Kerja










Perkembangan Psikososial Pada Masa Remaja Awal

Perkembangan Kepribadian: Empat Pandangan

Model Tahap Normatif (normative-stage models). Model teoritis yang mendeskripsikan perkembangan psikososial berdasarkan urutan pasti perubahan-perubahan terkait usia.

Model Waktu Peristiwa (timing-events models). Model teoritis yang mendeskripsikan perkembangan kepribadian dewasa sebagai respons terhadap terjadinya dan waktu terjadinya peristiwa penting kehidupan yang terduga atau tidak terduga.

Model Trait (traits models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang berfokus pada sifat, atau atribut, mental, emosional, temperamental dan tingkah laku.

Model Tipologis (typological models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang mengidentifikasikan jenis, atau gaya, kepribadian yang lebih luas.

Model Tahap Normatif
Erikson : Intimacy vs Isolation.
Tahap keenam perkembangan psikososial Erikson, di mana masa dewasa awal dituntut untuk saling berkomitmen atau menghadapi rasa pengasingan diri dan keterpakuan pada diri sendiri (self-absorption).
Vaillant dan Levinson : Life Structure.
Struktur hidup dalam teori Levinson yaitu pola yang mendasari kehidupan seseorang pada suatu masa, dibangun atas aspek apapun yang dianggap paling penting oleh orang tersebut.

Tugas-tugas Perkembangan (Development Tasks) dalam teori tahap normatif, tantangan-tantangan tipikal yang perlu dikuasai demi adaptasi yang sukses dalam tiap tahap hidup.

Model Waktu Peristiwa
  • Peristiwa-peristiwa hidup normatif (normative life events). Dalam model waktu peristiwa, pengalaman-pengalaman hidup yang umumnya diharapkan terjadi pada masa tertentu.
  • Jam sosial (social clock). Rangkaian norma budaya atau pengharapan pada masa-masa hidup tertentu di mana peristiwa penting terjadi, seperti perkawinan, menjadi orang tua, memasuki dunia kerja dan pensiunan.
Model Trait : Lima Faktor Costa dan McCrae
Model lima faktor (five factor model) terdiri dari :
  • Neuroticism (N)
  • Extraversion (E)
  • Openness to experience (O)
  • Conscientiousness (C)
  • Agreeableness (A)
  • Neuroticism (N) – adalah kelompok dari enam trait yang menunjukkan ketidakstabilan emosional; kecemasan, rasa bermusuhan, depresi, kesadaran diri, impulsivitas dan kerapuhan.
  • Extraversion (E) – juga memiliki lima aspek, yaitu : kehangatan, mudah bergaul, asertivitas, pencarian-kegairahan dan emosi positif.
  • Openness to experience (O) – bersedia mencoba berbagai hal yang baru dan menerima berbagai ide baru.
  • Conscientiousness (C) – adalah peraih prestasi. Mereka kompeten, teratur, patuh pada kewajiban, penuh rencana dan disiplin.
  • Agreeableness (A) – mereka yang penuh rasa percaya, jujur, altruistis, patuh pada aturan, rendah hati dan mudah diubah pendiriannya.
Model Tipologis
o        Dipelopori oleh Block (1971)
o        Menemukan beberapa jenis kepribadian dasar :
ego-resilient (ego-ulet), kontrol berlebihan (overcontrolled) dan kekurangan kontrol (undercontrolled).
o        Ego-resiliency yaitu adaptabilitas dalam keadaan stres. Orang dengan ego-resiliency beradaptasi dengan baik, percaya diri, mandiri, mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mudah dan jelas, penuh perhatian, sangat membantu, kooperatif dan fokus terhadap tugas.
o        Kontrol ego (ego-control) atau kontrol diri.
o        Orang-orang dengan kontrol berlebihan (overcontrolled) adalah mereka yang pemalu, pendiam, pencemas dan bergantung pada orang lain. Mereka cenderung menyembunyikan pikiran mereka dan menarik diri dari konflik dan mereka sangat mungkin menjadi korban depresi.
o        Orang-orang dengan kekurangan kontrol (undercontrolled) bersifat aktif, berenergi, impulsif, keras kepala dan mudah terganggu.

Dasar-Dasar Hubungan Yang Intim
¢  Erikson memandang perkembangan hubungan yang intim sebagai tugas penting di masa dewasa awal. Kebutuhan untuk membentuk hubungan yang kuat, stabil, dekat dan penuh perhatian yang merupakan motivator penting dari tingkah laku manusia.
¢  Unsur penting dari keintiman adalah pengungkapan diri (self-disclosure), yaitu membuka informasi penting tentang diri sendiri kepada orang lain.
¢  Keintiman dan tetap intim dapat tercipta melalui sikap saling terbuka, responsif terhadap kebutuhan orang lain serta adanya rasa menerima dan hormat yang timbal balik.
¢  Persahabatan
¢  Cinta. Menurut subteori Stenberg terdapat subteori segitiga cinta (triangular subtheory of love), ketiga unsur cinta adalah keintiman, gairah dan komitmen. Keintiman à unsur emosional, melibatkan pengungkapan diri yang mengarah ke keterikatan, kehangatan dan rasa percaya. Gairah à unsur motivasional, didasari oleh dorongan yang mentranslasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual. Komitmen à unsur kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan pasangan.
¢  Seksualitas

Gaya Hidup Menikah dan Tidak Menikah
ü  Kehidupan melajang dengan alasan : belum menemukan pasangan yang tepat, masih memilih, banyak perempuan yang mampu menunjang diri sendiri, sedikit desakan untuk menikah, ingin bebas mengambil resiko, mengejar karir, melanjutkan pendidikan, melakukan pekerjaan kreatif, beberapa menikmati kebebasan seksual)
ü  Hubungan homoseks dan lesbian
ü  Kohabitasi (cohabitation) yaitu tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan dan memelihara hubungan seksual
ü  Pernikahan

Menjadi Orang Tua
Ø  Menjadi orang tua sebagai pengalaman perkembangan
Ø  Bagaimana keluarga pencari nafkah ganda mengatasi keadaan

Ketika Pernikahan Berakhir
Ø  Perceraian
Ø  Pernikahan kembali dan menjadi orang tua tiri