Perkembangan Kepribadian: Empat Pandangan
Model Tahap
Normatif (normative-stage models). Model teoritis yang
mendeskripsikan perkembangan psikososial berdasarkan urutan pasti
perubahan-perubahan terkait usia.
Model Waktu
Peristiwa (timing-events models). Model teoritis yang
mendeskripsikan perkembangan kepribadian dewasa sebagai respons terhadap
terjadinya dan waktu terjadinya peristiwa penting kehidupan yang terduga atau
tidak terduga.
Model Trait
(traits models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang berfokus
pada sifat, atau atribut, mental, emosional, temperamental dan tingkah laku.
Model Tipologis
(typological models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang
mengidentifikasikan jenis, atau gaya, kepribadian yang lebih luas.
Model Tahap
Normatif
Erikson : Intimacy vs
Isolation.
Tahap keenam perkembangan
psikososial Erikson, di mana masa dewasa awal dituntut untuk saling berkomitmen
atau menghadapi rasa pengasingan diri dan keterpakuan pada diri sendiri (self-absorption).
Vaillant dan Levinson : Life
Structure.
Struktur hidup dalam
teori Levinson yaitu pola yang mendasari kehidupan seseorang pada suatu masa,
dibangun atas aspek apapun yang dianggap paling penting oleh orang tersebut.
Tugas-tugas
Perkembangan (Development Tasks) dalam teori tahap
normatif, tantangan-tantangan tipikal yang perlu dikuasai demi adaptasi yang
sukses dalam tiap tahap hidup.
Model Waktu
Peristiwa
- Peristiwa-peristiwa hidup normatif (normative
life events). Dalam model waktu peristiwa, pengalaman-pengalaman hidup
yang umumnya diharapkan terjadi pada masa tertentu.
- Jam sosial (social clock). Rangkaian norma
budaya atau pengharapan pada masa-masa hidup tertentu di mana peristiwa
penting terjadi, seperti perkawinan, menjadi orang tua, memasuki dunia
kerja dan pensiunan.
Model Trait
: Lima Faktor Costa dan McCrae
Model lima faktor (five factor
model) terdiri dari :
- Neuroticism (N)
- Extraversion (E)
- Openness to experience (O)
- Conscientiousness (C)
- Agreeableness (A)
- Neuroticism (N) – adalah kelompok dari enam trait yang
menunjukkan ketidakstabilan emosional; kecemasan, rasa bermusuhan,
depresi, kesadaran diri, impulsivitas dan kerapuhan.
- Extraversion (E) – juga memiliki lima aspek, yaitu : kehangatan,
mudah bergaul, asertivitas, pencarian-kegairahan dan emosi positif.
- Openness to experience (O) – bersedia mencoba berbagai hal yang baru dan
menerima berbagai ide baru.
- Conscientiousness (C) – adalah peraih prestasi. Mereka kompeten,
teratur, patuh pada kewajiban, penuh rencana dan disiplin.
- Agreeableness (A) – mereka yang penuh rasa percaya, jujur,
altruistis, patuh pada aturan, rendah hati dan mudah diubah pendiriannya.
Model
Tipologis
o
Dipelopori oleh Block (1971)
o
Menemukan beberapa jenis kepribadian
dasar :
ego-resilient
(ego-ulet), kontrol berlebihan (overcontrolled) dan kekurangan kontrol (undercontrolled).
o
Ego-resiliency
yaitu adaptabilitas dalam keadaan stres. Orang dengan ego-resiliency
beradaptasi dengan baik, percaya diri, mandiri, mengungkapkan pikiran dan
perasaan dengan mudah dan jelas, penuh perhatian, sangat membantu, kooperatif
dan fokus terhadap tugas.
o
Kontrol ego (ego-control) atau
kontrol diri.
o
Orang-orang dengan kontrol berlebihan
(overcontrolled) adalah mereka yang pemalu, pendiam, pencemas dan
bergantung pada orang lain. Mereka cenderung menyembunyikan pikiran mereka dan
menarik diri dari konflik dan mereka sangat mungkin menjadi korban depresi.
o
Orang-orang dengan kekurangan kontrol
(undercontrolled) bersifat aktif, berenergi, impulsif, keras kepala dan
mudah terganggu.
Dasar-Dasar Hubungan Yang Intim
¢
Erikson memandang perkembangan
hubungan yang intim sebagai tugas penting di masa dewasa awal. Kebutuhan untuk
membentuk hubungan yang kuat, stabil, dekat dan penuh perhatian yang merupakan
motivator penting dari tingkah laku manusia.
¢
Unsur penting dari keintiman adalah
pengungkapan diri (self-disclosure), yaitu membuka informasi penting
tentang diri sendiri kepada orang lain.
¢
Keintiman dan tetap intim dapat
tercipta melalui sikap saling terbuka, responsif terhadap kebutuhan orang lain
serta adanya rasa menerima dan hormat yang timbal balik.
¢
Persahabatan
¢
Cinta. Menurut subteori Stenberg
terdapat subteori segitiga cinta (triangular subtheory of love), ketiga
unsur cinta adalah keintiman, gairah dan komitmen. Keintiman à unsur
emosional, melibatkan pengungkapan diri yang mengarah ke keterikatan,
kehangatan dan rasa percaya. Gairah à unsur motivasional, didasari oleh dorongan yang
mentranslasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual. Komitmen à unsur
kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan pasangan.
¢
Seksualitas
Gaya Hidup Menikah dan Tidak Menikah
ü
Kehidupan melajang dengan alasan : belum menemukan
pasangan yang tepat, masih memilih, banyak perempuan yang mampu menunjang diri
sendiri, sedikit desakan untuk menikah, ingin bebas mengambil resiko, mengejar
karir, melanjutkan pendidikan, melakukan pekerjaan kreatif, beberapa menikmati
kebebasan seksual)
ü
Hubungan homoseks dan lesbian
ü
Kohabitasi (cohabitation) yaitu
tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan dan memelihara hubungan seksual
ü
Pernikahan
Menjadi
Orang Tua
Ø
Menjadi orang tua sebagai pengalaman
perkembangan
Ø
Bagaimana keluarga pencari nafkah
ganda mengatasi keadaan
Ketika
Pernikahan Berakhir
Ø
Perceraian
Ø
Pernikahan kembali dan menjadi orang
tua tiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar