Translate

Jumat, 01 November 2013

Perkembangan Psikososial Pada Masa Remaja Awal

Perkembangan Kepribadian: Empat Pandangan

Model Tahap Normatif (normative-stage models). Model teoritis yang mendeskripsikan perkembangan psikososial berdasarkan urutan pasti perubahan-perubahan terkait usia.

Model Waktu Peristiwa (timing-events models). Model teoritis yang mendeskripsikan perkembangan kepribadian dewasa sebagai respons terhadap terjadinya dan waktu terjadinya peristiwa penting kehidupan yang terduga atau tidak terduga.

Model Trait (traits models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang berfokus pada sifat, atau atribut, mental, emosional, temperamental dan tingkah laku.

Model Tipologis (typological models). Model teoritis perkembangan kepribadian yang mengidentifikasikan jenis, atau gaya, kepribadian yang lebih luas.

Model Tahap Normatif
Erikson : Intimacy vs Isolation.
Tahap keenam perkembangan psikososial Erikson, di mana masa dewasa awal dituntut untuk saling berkomitmen atau menghadapi rasa pengasingan diri dan keterpakuan pada diri sendiri (self-absorption).
Vaillant dan Levinson : Life Structure.
Struktur hidup dalam teori Levinson yaitu pola yang mendasari kehidupan seseorang pada suatu masa, dibangun atas aspek apapun yang dianggap paling penting oleh orang tersebut.

Tugas-tugas Perkembangan (Development Tasks) dalam teori tahap normatif, tantangan-tantangan tipikal yang perlu dikuasai demi adaptasi yang sukses dalam tiap tahap hidup.

Model Waktu Peristiwa
  • Peristiwa-peristiwa hidup normatif (normative life events). Dalam model waktu peristiwa, pengalaman-pengalaman hidup yang umumnya diharapkan terjadi pada masa tertentu.
  • Jam sosial (social clock). Rangkaian norma budaya atau pengharapan pada masa-masa hidup tertentu di mana peristiwa penting terjadi, seperti perkawinan, menjadi orang tua, memasuki dunia kerja dan pensiunan.
Model Trait : Lima Faktor Costa dan McCrae
Model lima faktor (five factor model) terdiri dari :
  • Neuroticism (N)
  • Extraversion (E)
  • Openness to experience (O)
  • Conscientiousness (C)
  • Agreeableness (A)
  • Neuroticism (N) – adalah kelompok dari enam trait yang menunjukkan ketidakstabilan emosional; kecemasan, rasa bermusuhan, depresi, kesadaran diri, impulsivitas dan kerapuhan.
  • Extraversion (E) – juga memiliki lima aspek, yaitu : kehangatan, mudah bergaul, asertivitas, pencarian-kegairahan dan emosi positif.
  • Openness to experience (O) – bersedia mencoba berbagai hal yang baru dan menerima berbagai ide baru.
  • Conscientiousness (C) – adalah peraih prestasi. Mereka kompeten, teratur, patuh pada kewajiban, penuh rencana dan disiplin.
  • Agreeableness (A) – mereka yang penuh rasa percaya, jujur, altruistis, patuh pada aturan, rendah hati dan mudah diubah pendiriannya.
Model Tipologis
o        Dipelopori oleh Block (1971)
o        Menemukan beberapa jenis kepribadian dasar :
ego-resilient (ego-ulet), kontrol berlebihan (overcontrolled) dan kekurangan kontrol (undercontrolled).
o        Ego-resiliency yaitu adaptabilitas dalam keadaan stres. Orang dengan ego-resiliency beradaptasi dengan baik, percaya diri, mandiri, mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mudah dan jelas, penuh perhatian, sangat membantu, kooperatif dan fokus terhadap tugas.
o        Kontrol ego (ego-control) atau kontrol diri.
o        Orang-orang dengan kontrol berlebihan (overcontrolled) adalah mereka yang pemalu, pendiam, pencemas dan bergantung pada orang lain. Mereka cenderung menyembunyikan pikiran mereka dan menarik diri dari konflik dan mereka sangat mungkin menjadi korban depresi.
o        Orang-orang dengan kekurangan kontrol (undercontrolled) bersifat aktif, berenergi, impulsif, keras kepala dan mudah terganggu.

Dasar-Dasar Hubungan Yang Intim
¢  Erikson memandang perkembangan hubungan yang intim sebagai tugas penting di masa dewasa awal. Kebutuhan untuk membentuk hubungan yang kuat, stabil, dekat dan penuh perhatian yang merupakan motivator penting dari tingkah laku manusia.
¢  Unsur penting dari keintiman adalah pengungkapan diri (self-disclosure), yaitu membuka informasi penting tentang diri sendiri kepada orang lain.
¢  Keintiman dan tetap intim dapat tercipta melalui sikap saling terbuka, responsif terhadap kebutuhan orang lain serta adanya rasa menerima dan hormat yang timbal balik.
¢  Persahabatan
¢  Cinta. Menurut subteori Stenberg terdapat subteori segitiga cinta (triangular subtheory of love), ketiga unsur cinta adalah keintiman, gairah dan komitmen. Keintiman à unsur emosional, melibatkan pengungkapan diri yang mengarah ke keterikatan, kehangatan dan rasa percaya. Gairah à unsur motivasional, didasari oleh dorongan yang mentranslasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual. Komitmen à unsur kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan pasangan.
¢  Seksualitas

Gaya Hidup Menikah dan Tidak Menikah
ü  Kehidupan melajang dengan alasan : belum menemukan pasangan yang tepat, masih memilih, banyak perempuan yang mampu menunjang diri sendiri, sedikit desakan untuk menikah, ingin bebas mengambil resiko, mengejar karir, melanjutkan pendidikan, melakukan pekerjaan kreatif, beberapa menikmati kebebasan seksual)
ü  Hubungan homoseks dan lesbian
ü  Kohabitasi (cohabitation) yaitu tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan dan memelihara hubungan seksual
ü  Pernikahan

Menjadi Orang Tua
Ø  Menjadi orang tua sebagai pengalaman perkembangan
Ø  Bagaimana keluarga pencari nafkah ganda mengatasi keadaan

Ketika Pernikahan Berakhir
Ø  Perceraian
Ø  Pernikahan kembali dan menjadi orang tua tiri



Tidak ada komentar:

Posting Komentar